Toki Pona: Bahasa Kebaikan



Saya akhirnya memilih sebuah bahasa baru untuk dipelajari dan kali ini, bahasa tersebut adalah sebuah bahasa buatan atau yang disebut "conlang" dalam bahasa Inggris. Bahasa yang dimaksud adalah Bahasa Kebaikan atau Toki Pona. Di sini saya akan jelaskan mengapa.

Sebelum mengambil keputusan untuk mempelajarinya, saya telah membaca banyak tentang Toki Pona karena ia merupakan salah satu dari banyak bahasa buatan yang populer.

Ketika sedang menunggu transportasi, perhatian saya tertarik pada sebuah buku untuk mempelajari bahasa Toki Pona yang saya unduh beberapa waktu yang lalu dan saya sebenarnya telah membaca beberapa halaman darinya. Saya berpikir "Mengapa tidak saya baca buku ini sekali lagi?"

Setelah selesai membacanya, saya menemukan bahwa Memrise memiliki kursus bahasa Toki Pona dan saya lalu mengambilnya tanpa pikir panjang, dan menyelesaikannya hanya dalam waktu kurang dari satu minggu.

Saya boleh berkata bahwa waktu total untuk mempelajarinya tidaklah lebih dari satu minggu.

Apakah Toki Pona?

"Apakah bahasa yang disebut Bahasa Kebaikan ini?" mungkin kamu akan bertanya. Toki Pona dibuat oleh seorang ahli bahasa dari Kanada yang bernama Sonja Lang dan diperkenalkan pada tahun 2001. Pembuatan Toki Pona didasarkan pada pemikiran Taoisme, yang berfokus pada konsep sederhana untuk mengekspresikan pengartian secara maksimal. Percaya atau tidak, ia hanya memiliki 120 kata (jumlah ini tidak termasuk kata serapan, misalnya nama).

Bagaimana ia berfungsi?

Terbatasnya kata-kata membutuhkan kreatifitas dari para penutur untuk mengekspresikan diri sendiri. Misalnya, terdapat hanya lima kata untuk warna dalam bahasa Toki Pona: pimeja (hitam), walo (putih), loje (merah), jelo (kuning) dan laso (biru). Jika kamu mau berkata "ungu", kamu harus berkata laso loje (biru kemerahan) atau loje laso (merah kebiruan).

Kata-kata dalam Toki Pona dapat memiliki arti yang berbeda tergantung pada fungsinya dalam kalimat. Misalnya, tawa berarti "ke" sebagai kata perangkai atau "pergi" sebagai kata kerja.

Jika kamu mau membaca lebih banyak tentang tata bahasanya, Googlekan saja. Terdapat banyak sumber pembelajaran yang tersedia dalam bentuk situs web, buku dan forum.

Berikut adalah beberapa kalimat:
  1. Selamat datang – kama pona (datang dengan baik)
  2. Apa kabar? – sina pilin seme? (bagaimana perasaanmu?)
  3. Dari mana kamu? – sina tan ma seme? (dari tanah mana kamu berasal?)
  4. Selamat pagi – tenpo suno pona (hari baik)
  5. Selamat ulang tahun – sina sike e suno (kamu mengelilingi matahari)

Sebuah teks panduan tentang penggunaan mesin cuci baju yang ditulis dalam Toki Pona

Opini saya

Toki Pona adalah sebuah bahasa yang cukup mudah dipelajari dan saya yakin siapapun bisa mempelajarinya hingga tingkat di mana seseorang bisa mengatakan kalimat-kalimat dasar, misalnya perkenalan diri atau bertanya sesuatu, dalam seminggu hingga sebulan.

Tantangan utama yang saya temui adalah perlunya kreatifitas dan logika untuk membuat sebuah kata dikarenakan keterbatasan yang ada, para penutur perlu mengekspresikan sebuah kata dengan cara yang berbeda daripada menerjemahkannya. Misalnya, pana sona (memberi ilmu) berarti "mengajar".

Gambar
Patrick Tomasso
Eliazar Parra Cardenas - originally posted to Flickr as Toki Pona Washer GuidelinesCC BY 2.0Link

Referensi
Wikipedia
Omniglot

Komentar

Artikel acak

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Indonesia Makin Disukai di Taiwan