Hari Zamenhof 2019



Tahun lain, perayaan lain. Kali ini kami merayakan hari Zamenhof di Taman Pingtung pada hari Minggu 22 Desember 2019. Taman Pingtung berlokasi sekitar 10-15 menit berjalan kaki dari stasiun kereta api Pingtung. Acara ini diadakan dalam sebuah kafe yang bagus dan nyaman yang menjual berbagai makanan kreatif lezat, seperti nasi kari, pizza, dan kue. Saya memesan nasi kari karena, jujur, itu adalah favorit saya!

Begitu saya melangkah ke kafe, saya mendengar bahasa asing yang akrab dan mulai berkomunikasi dalam bahasa itu juga. Bahasa yang saya maksud adalah Esperanto, bahasa buatan yang paling banyak digunakan di dunia dalam dunia. Tidak semua orang bisa berbicara Esperanto dengan baik tapi setidaknya, mereka telah belajar atau mereka sedang mempelajarinya.








Satu keuntungan datang ke acara Esperanto adalah bahwa kamu akan merasakan atmosfer hampir semuanya dalam bahasa Esperanto. Kami cukup beragam, peserta kami berasal dari Taiwan, Indonesia, Korea Selatan, Kanada, Iran, Perancis, dan Polandia. Meskipun memiliki latar belakang bahasa yang berbeda, kami semua bisa berkomunikasi dalam campuran bahasa Esperanto, Inggris, dan Tionghoa.





Saya bahkan membuat presentasi dalam bahasa Esperanto, dengan tambahan bahasa Tionghoa untuk peserta yang tidak mengerti Esperanto dengan baik. Presentasi saya adalah tentang cerita pembelajaran bahasa saya. Saya berbicara tentang bagaimana saya mulai dan bagaimana saya melakukannya sekarang, beserta kata-kata motivasi saya untuk para peserta agar mempelajari lebih banyak bahasa dan mengeksplorasi lebih banyak di dunia ini.


Tajvana Esperanto-Grupo (Grup Esperanto Taiwan) telah lama berbasis di Kota Pingtung di selatan Taiwan. Pemimpinnya jangka waktu lamanya bernama Reza Kheirkhah, berasal dari Iran dan bahkan telah membangun rumah tangga keluarganya di Taiwan. Dia menjadi tuan rumah acara tersebut dan juga mempresentasikan tentang kegiatan Grup Esperanto Taiwan dalam satu tahun terakhir.



Apakah kamu juga merayakan Hari Zamenhof? Bagi cerita kamu dengan kami!

Komentar

Artikel acak

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Indonesia Makin Disukai di Taiwan