Belajar Aksara Arab dengan Mudah untuk Orang Indonesia


Aksara Arab bukanlah hal baru bagi kebanyakan orang Indonesia, khususnya umat Islam. Ini karena bahasa Arab juga merupakan bahasa agama. Oleh karena itu, banyak umat Islam Indonesia yang mempelajarinya di sekolah. Sedangkan untuk non-Muslim Indonesia, mereka mungkin belum mempelajarinya tetapi mereka telah melihat sebagian besar tertulis di masjid.

Alfabet Latin bukan satu-satunya sistem penulisan yang digunakan di Indonesia. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah, dan sebagian besar memiliki sistem penulisan, seperti aksara Batak, Jawa, Sunda, Bali, dan Lontara.

Belanda memerintah Indonesia selama sekitar 3,5 abad, akibatnya bahasa Indonesia menerima banyak kata serapan Belanda. Selain itu, ahli bahasa Belanda juga memperkenalkan ejaan huruf Latin bahasa Belanda ke dalam bahasa Indonesia.

Sebagai seorang Indonesia dan penggemar bahasa, bahasa Arab tidak bisa lepas dari pandangan saya. Ia selalu ada di daftar bahasa target saya. Saya mengimpikan bisa berbicara dalam semua bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk bahasa Arab. Tetapi bahasa Arab bukanlah bahasa yang mudah bagi saya, dari segi penulisan dan tata bahasa. Itulah mengapa saya tidak bisa hanya mempelajari frasa dasar tanpa mengetahui cara membacanya.

Saya kesulitan mempelajari aksara Arab tanpa mengetahui bahasanya karena bahasa Arab hanya ditulis dengan konsonan! Artinya, saya tidak akan tahu cara membaca kata karena tidak ada vokal.

Setelah lama meneliti, akhirnya saya menemukan bahwa Malaysia dan Brunei menggunakan aksara Arab untuk menulis bahasa Melayu. Sebagai orang Indonesia, saya juga cukup mengenal bahasa Melayu karena bahasa Indonesia dan bahasa Melayu berasal dari bahasa yang sama. Saya berpikir, belajar aksara Arab dengan bahasa yang sudah saya pahami akan lebih mudah.

Aksara Arab yang digunakan untuk menulis bahasa Melayu disebut Jawi. Saya mencobanya selama beberapa waktu dan saya merasa kemajuan saya cukup cepat. Itu karena saya sudah tahu bahasanya, dan saya bisa menebak huruf Arab yang saya tidak tahu dari konteksnya. Kalau saya bisa, saya yakin semua orang Indonesia juga bisa. Jadi, rekomendasi saya bagi siapa saja yang ingin belajar aksara Arab lebih cepat adalah mulai belajar Jawi. Ada banyak sumber yang tersedia, seperti pengonversi teks online dan aplikasi seluler.


Gambar

Olivia Hutcherson on Unsplash

Komentar

Artikel acak

Postingan populer dari blog ini

Pelajari Toki Pona untuk Memahami Dasar-Dasar Pembelajaran Bahasa

Hari Zamenhof 2019

Bahasa Indonesia Makin Disukai di Taiwan

Video