Pentingnya sering menggunakan bahasa yang kamu pelajari



Semua orang belajar bahasa untuk tujuan yang berbeda. Bisa jadi pekerjaan, kelangsungan hidup, latar belakang, asmara, atau bahkan hanya hobi. Terlepas dari pilihan bahasa apapun itu, tentu akan membantumu secara mental dan logis. Tak peduli kamu belajar bahasa sendiri atau dengan seorang guru, kamu harus paham bahwa keahlianmu hanya akan meningkatkan secepat seberapa sering kamu berlatih.

Belajar lebih atau kurang?

Bandingkan dua situasi ini dari dua contoh pembelajar bahasa. Ayo namai mereka Tom dan John, dan mereka belajar bahasa Portugis. Tom mengambil kelas dengan guru; mereka bertemu dua kali seminggu selama 2 jam setiap kelas. John juga mengambil kelas dengan guru tetapi mereka hanya bertemu sekali seminggu selama 4 jam setiap kelas. Siapa yang kamu pikir akan meningkat lebih cepat?

Jawabannya tergantung pada seberapa banyak mereka menggunakan bahasanya di luar kelas. Selain mengerjakan tugas, mereka dapat mendengarkan radio, menonton video, atau mencari orang untuk berlatih bersama. Dengan menganalisis jumlah waktu yang mereka gunakan dalam pembelajaran, kedua dari mereka sama-sama menghabiskan 4 jam setiap minggu. Tom memiliki waktu untuk mengulang pelajaran pertama sebelum ia meneruskan ke pelajaran kedua pada minggu yang sama. Di sisi lain, John mendapat lebih banyak pelajaran pada hari yang sama. Ini berarti bahwa John perlu memproses informasi lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat daripada Tom.

Sebagai pembelajar bahasa yang berpengalaman, saya akan menyarankan kamu memproses sedikit informasi pada satu waktu. Kamu perlu belajar dengan nyaman, jangan menguras otakmu karena akan membuat pembelajaran sulit dan tidak menarik. Inilah sebabnya mengapa sering menggunakan bahasa yang kamu pelajari sangat penting.

Pembelajaran sadar dan bawah sadar

Kamu belajar secara sadar ketika kamu mengerjakan tugas. Itu karena kamu perlu menaruh perhatian pada bahasa yang kamu pelajari. Kamu belajar secara tidak sadar ketika kamu menikmati mendengarkan lagu atau radio dalam bahasa yang kamu pelajari. Itu karena kamu tidak akan menaruh perhatian pada karakteristik bahasa, seperti tata bahasa atau kosa kata. Sebaliknya, otakmu belajar bagaimana mengatakan frase secara alami dari konteks. Selain itu, otakmu juga akan mempelajari aksen, nada dan cara berbicara.


Gambar

Alexis Brown on Unsplash

Komentar

Artikel acak

Postingan populer dari blog ini

3 Lagu Eurovision Favorit Saya

Persahabatan Esperanto

Bahasa Indonesia Makin Disukai di Taiwan

Pertemuan Bahasa Oleh Teddy Nee

Video